Migrain Tanda Awal Kerusakan Otak?
Pernah mengalami sakit kepala sebagian atau migraine? Mungkin banyak yang menggangap sakit kepala disertai ‘aura’ (gangguan pandangan yang bisa seperti kilatan cahaya atau bintik-bintik hitam) ini sebagai hal sepele, tapi tahukah Anda, jika migrain bisa membuat sel-sel otak rusak.Penelitian terbaru menyebutkan mereka yang mengalami migraine beresiko menderita kerusakan otak karena sel-sel otak menggembung dan kurang oksigen. Hasil studi yang dilansir dari Reuters, Senin (30/04) ini turut menjelaskan mengapa penderita migraine memiliki resiko lebih tinggi mengalami stroke.
Sekeping Coklat, Darah Mengalir Lancar
Penggemar coklat pantas bergembira, karena sekeping coklat hitam terbukti mampu memperlancar peredaran darah. Riset yang dipimpin Dr. Valentine Yanchou Njike dari Yale Prevention Research Center, yang dilansir Reuters, Sabtu (24/03) menyebutkan coklat hitam memiliki kandungan theobromine, phenethylamine, dan kafein yang jika dikonsumsi secara seimbang dan tepat akan membantu fungsi pembuluh darah.
“Dalam sampel orang dewasa yang kita uji, mengkonsumsi coklat hitam dalam satu periode waktu terbukti mampu memperbaiki peredaran darah,” jelas Njike yang mempresentasikan hasil risetnya pada pertemuan tahunan American College of Cardiology scientific di New Orleans, sebagai salah satu bukti tambahan tentang manfaat coklat hitam.
Lindungi Kulit Anda Dari Ultraviolet
Sinar matahari sebagai sumber kehidupan bagi manusia dan bumi ternyata tidak selalu memberikan dampak yang menguntungkan bagi manusia karena dapat menimbulkan berbagai kerugian bagi kulit manusia yaitu dari sinar ultraviolet yang terkandung dalam sinar matahari.Pakar kulit dan kelamin, Inne Arline SpKK di Bandung, Sabtu (12/05) mengatakan salah satu dampak yang merugikan bagi kulit manusia adalah munculnya penuaan dini yang diakibatkan terkena sinar ultraviolet yang terus menerus.
Awas, Kegemukan Bisa ‘Menular’
Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Jurnal Kesehatan ‘New England’ baru-baru ini menunjukkan bahwa ternyata obesitas adalah fenomena sosial yang ‘menular’, sehingga kawan sepermainan turut berpengaruh terhadap kondisi ini.Para peneliti berkesimpulan, kenaikan berat badan seseorang ternyata dipengaruhi oleh kenaikan berat badan orang lain. Mereka juga mendapati bahwa bagian otak yang terkait dengan nafsu makan akan terstimulus bila melihat pola makan orang lain.
Lebih lanjut penelitian itu menyimpulkan bahwa teman-teman sesama seks dan saudara kandung punya pengaruh lebih kuat dalam hal peningkatan berat badan seseorang, lebih berpengaruh daripada teman lawan jenis.